admin/ September 1, 2018/ Ulasan

Untuk mereka yang memiliki potensi pada bidang pendidikan tentu akan menyadari pasalnya pendidikan pada waktu ini dalam kondisi “sakit”. Dalam pendidikan yang sakit ini disebabkan  karena suatu pendidikan yang semestinya membentuk manusia menjadi manusia. Tetapipada kenyataannya amat sering tidak seperti yang diharapkan. Kepribadian manusia seringkali cenderung pada direduksi pada system pendidikan yang saat ini ada. Problem utamnya yaitu karena pendidikan yang ada di Indonesia memberikan hasil “Manusia robot”.

Fenomena Pendidikan di Indonesia Saat Ini

Kita katakan seperti itu bahwasanya pendidikan yang ada di Indonesia hanya berat sebelah dalamhal ini tidak seimbang. Ternyata pendidikan dapat mengorbankan keutuhan,kurang dapat seimbang antara pola belajar yang berfikir (kognitif) dan juga perilaku pola belajar yang merasa (efektif). Jadi pada unsur yang terintegrasi cenderung menjadi semakin hilang dan yang terlihat adalah disintegrasi. Untuk masalah yang kedua adalh system pada pendidikan dengan pola top down (atas ke bawah) ataupun dalam menggunakan pada istilah yang diberikan oleh Paula Freire yaitu tokoh pendidikan pada Amerika Latinyaitu Pendidikan gaya bank.

Pada pola atusistem yang seperti ini cenderung memberikan pada peserta didik yayang seolah tidak mengetahui apa-apa. Kemudian masalah yang ketiga yaitu system pendidikan dengan hanya diorientasikan terhadapa manusia. Dengan sistemseperti ini hanya menjadikan manusia memenuhi kebutuhan pada zaman  dan tidak membuatnya menjadi kritis terhadap zamannya. Manusia dijadikan sebagai objek (wujud dari dehumanisasi) yaitu sebuah fenomena yangmalahan berbanding terbalik dengan apa yang menjadi visi dari humanisasi, dan akhirnya menjadikan manusia meningggalkan dari akar-akar budanyanya.

Fenomena Pendidikan yang Ada di Indonesia Saat Ini

Beberapa yang menjadi masalah didalam suatu bidang atau didalam manajemen pendidikan yaitu seperti berikut:

  • Filosofi Dengan Tujuan Pendidikan yang masih semu.
  • Pola Fikir dari pendidik dan juga tenaga dari kependidikan yang cenderung financial oriented.
  • Paradigma dari Tujuan pendidikan pada masyarakat masih sangat banyak yang salah.
  • Paradigma dari peserta didik dengan sertificate oriented.
  • Manajemen pendidikan yang ada di Indonesia Tidak memiliki basis kompetensi dengan sebenar.
  • Implementasi pada manajemen pendidikan pada Simbolisme verbal dan juga tekstual.
  • Pendidikan yang tidak memiliki basis Cita-Cita dari peserta didik.
  • Sistem dari Kurikulum yang terlihat gemuk dan juga tidak memiliki basis potensi.
  • Pendidik dan juga Tenaga dari Kependidikan yang Kurang Inovatif.
  • Sistem untuk seleksi CPNS tidak memiliki basis yang kompetensi pada bidang studi.

 

  •  
  •  
  •  
  •  
Share this Post