admin/ January 30, 2019/ Pengetahuan, Ulasan

harborcollege.org – Tahun 2019 menjadi momentum yang sangat bersejarah dan ditunggu oleh beberapa kalangan, tak terkecuali masyarakat di Indonesia khususnya. Karena akan berlangsung sebuah hajatan besar yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Presiden yang dilaksanakan secara bersamaan pada tanggal 17 April 2019 nanti.

Hal menarik yang banyak diperbincangkan adalah apakah untuk pemilu tahun ini Indonesia khususnya KPU sudah menerapkan teknologi dengan sistem komputerisasi?. Jika melihat pada Pemilu di tahun 2014, KPU sebenarnya telah menggunakan satu sistem berbasis teknologi, seperti pada proses daftar pemilih yang sudah berbasis data sehingga dapat diakses oleh siapa saja.

Selain itu, pada Pemilu 2014, Pilkada serentak 2015 dan 2017 pihak KPU sebenarnya juga sudah menerapkan satu sistem yang diberi nama Situng atau Sistem Informasi Pungut Hitung yang berbasis teknologi e-racapitulation. Namun adakah teknologi lain yang ditawarkan?

Teknologi E-Voting dan Penerapannya

Pembahasan terkait teknologi e-voting juga sempat mencuat beberapa waktu silam, dan pihak KPU pun sudah menanggapi terkait usulan teknologi ini. Menurut salah satu Komisioner KPU Ilham Saputra, bahwa untuk penerapan dari e-voting ini banyak kendala yang masih harus ditangani khususnya insfrastruktur di setiap daerah-daerah yang belum memungkinkan jika akan diterapkan.

e-voting

Baca Juga : Setengah Lingkaran

Untuk diketahui e-voting sebagaimana dikutip dari situs BPPT adalah suatu metode atau cara pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. Sehingga bisa dipahami juga oleh kita bersama bahwa bukan tidak mungkin penerapan teknologi ini bisa dilakukan, selama ketersediaan insfrastruktur dan SDMnya sudah dirasa memadai.

Persiapan Calon Anggota Legislatif

Di sisi lain yang tidak kalah menarik adalah bagaimana persiapan para Caleg atau Calon Anggota Legislatif yang maju di Pemilu 2019 kali ini. Berbagai persiapan telah dilakukan bahkan jauh-jauh hari sebelum pergantian tahun 2019. Salah satunya persiapan untuk menjaring suara dengan mempromosikan atau mengenalkan diri pada masyarakat di daerah pemilihan atau dapil.

Selain promosi atau iklan dengan cara konvensional seperti poster, spanduk, pamflet dan stiker para caleg juga sudah beralih ke cara promosi lewat media digital. Karena untuk menjaring suara pemilih milenial yang akrab dengan media digital, maka dirasa penting untuk mempromosikan diri mereka lewat media digital pula. Tidak sedikit penyedia jasa yang menawarkan paket kampanye digital seperti pembuatan website caleg, manajemen konten di sosial media dan sebagainya.

  •  
  •  
  •  
  •  
Share this Post