Sistem Periodik Unsur (SPU) adalah

admin/ January 1, 2019/ Pengetahuan

harborcollege.org – Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut.

Disebut “periodik”, karena ada pola kemiripan sifat unsur pada susunan tersebut. Sistem periodik unsur (tabel periodik) modern yang saat ini dipakai didasarkan pada tabel yang dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869.

Contoh Sistem Periodik Unsur

Contoh Sistem Periodik Unsur

Format Tabel Periodik

Masing-masing unsur ada satu kotak yang berisi nomor atom, lambang unsur, dan nomor massa. Kotak-kotak tersebut berurut dari kiri ke kanan berdasarkan kenaikan pada nomor atom.

Kotak-kotak itu tersusun membentuk barisan horizontal (periode) dan barisan vertikal (golongan). Tiap periode diberi nomor dari 1 sampai dengan 7.

Setiap golongan diberikan nomor dari 1 sampai dengan 8 dengan huruf A atau B. Pada sistem IUPAC baru, setiap golongan diberi nomor dari 1 hingga 18 tanpa huruf A atau B. Unsur-unsur pada satu golongan yang sama pada tabel periodik akan mempunyai kemiripan sifat.

Unsur-unsur golongan 1A sampai dengan 8A (golongan 1−2, 13−18) adalah unsur golongan utama. Unsur-unsur golongan 1B−8B (golongan 3−12) adalah unsur logam transisi.

Dua deret unsur di bagian bawah, yaitu lanthanida dan aktinida, disebut unsur logam transisi dalam.

Pengelompokan atas Logam dan NonLogam

Penggolongan unsur yang pertama dilakukan Lavoisier yang mengelompokkkan unsur ke dalam logam dan nonlogam.

Pada waktu itu baru sekitar 20 jenis unsur yang umum dikenal. Oleh karena pengetahuan tentang sifat-sifat unsur masih sederhana, unsur-unsur itu kelihatannya berbeda antara yang satu dengan yang lain, artinya belum terlihat adanya kemiripan antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya.

Tentu saja pengelompokan atas logam dan nonlogam masih sangat sederhana, sebab antara sesama logam pun masih terdapat banyak perbedaan.

Baca juga : Fenomena Pendidikan di Indonesia Saat Ini

Triade Dobereiner

Kemudian tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner ,seorang profesor kimia di Jerman, mengemukakan bahwa massa atom relatif stronsium begitu dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip stronsium, yakni kalsium dan barium.

Dobereiner menemukan beberapa kelompok unsur lain mempunyai gejala seperti itu. Oleh sebab itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwasanya unsur-unsur bisa dikelompokan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang disbutnya triade.

Namun sayang, Dobereiner tidak berhasil menunjukkan cukup banyak triade sehingga aturan tersebut tidak bermanfaat.

Hukum Oktaf Newlands

J.W. Newlands adalah orang yang mengelompokkan unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif. Tahun 1863, ia menyatakan bahwa sifat sifat unsur berubah secara teratur.

Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan dan seterusnya.

Diantara para ahli yang dianggap paling berhasil dalam mengelompokkan unsur-unsur dan berani menduga adanya unsur-unsur yang pada saat itu belum ditemukan adalah Dmitry Mendeleev.

Sumber Artikel : https://rumus.co.id/tabel-periodik/

 

  •  
  •  
  •  
  •  
Share this Post